Siapa kira ada film animasi lokal keren tahun ini? Pasti kalian tidak asing dengan lagu “kala nanti badai kan datang…..”. Bisa tebak dari soundtrack lagu apa? Ya, Jumbo. Jumbo menjadi film animasi lokal Indonesia terbaik tahun ini, tayang dengan memikat melalui tema persahabatan, perundungan, dan perjuangan hidup. Film ini melibatkan banyak animator tanah air. Visualnya sangat layak bersaing di kancah Internasional. Lagu-lagu di dalamnya terasa ear-catching, mudah dinikmati, dan mudah terngiang di benak penonton dan pendengarnya. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dan direnungkan dari film animasi ini.
Dari segi animasi, Jumbo memanjakan mata para penontonnya. Karakter-karakter dengan wajah khas Indonesia pun ditampilkan. Bahkan, beberapa karakter digambarkan dalam sosial media dengan gambaran versi aslinya. Hehe. cukup menggemaskan bila diangkat menjadi live-action. Siapa yang setuju jika film animasi ini disandingkan dengan film animasi produksi Internasional, seperti Disney, Pixar, dan Studio Ghibli? Menurutku cukup bisa lah bersaing. 😀
Lagu yang berjudul “Selalu Ada di Nadimu” sudah diputar jauh sebelum film tersebut tayang dan berhasil menarik perhatian publik karena dinyanyikan oleh BCL, Quinn Salman, dan Prince Poetiray. Menonton sambil mendengarkan lagu ini ternyata memberi efek emosional yang mendalam. (Tisu mana tisu?) Aku pribadi dapat merasakan momen sedih yang menyentuh saat mendengarkan alunan lagu ini, apalagi saat mendengarkan dari dalam filmnya.
Film ini meliputi perjuangan anak-anak yang kehilangan sosok orang tua dalam hidupnya. Isu kehilangan ini diangkat dengan kuat dan menyentuh. Namun, dibalik kehilangan sosok tersayang, ada jiwa-jiwa yang saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Karakter utama dalam film ini bernama Don, yaitu anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya. Beruntung Don tak ada masalah dengan neneknya, namun persahabatannya tak selalu berjalan mulus karena Don sempat tenggelam dalam egonya sendiri, membuat teman-temannya kecewa dan menjauh. Siapa sangka dari momen menjauh ini memberikan waktu untuk Don berefleksi. Teman-teman Don pun tidak menyimpan dendam. Dari mereka kita belajar untuk mengikhlaskan kesalahan dan memaafkan, tetap membantu meskipun telah tersakiti. Mereka cukup bijaksana dalam berteman. Selain itu, mereka juga cerdas karena dapat memecahkan misteri dimulai dengan penyusunan strategi yang sangat apik, seperti membuat road-map dalam pencarian Pak Kades.
Meskipun animasi ini melibatkan karakter-karakter lokal, tapi film animasi ini menyelipkan elemen supranatural Barat terutama mengenai cerita teman imajinasi roh dan radio sebagai media pencarian roh. Pada kenyataannya cara tersebut masih dianggap lebih modern daripada tradisi mistik lokal di Indonesia. Aku belum pernah melihat film horor Indonesia yang melibatkan media radio modern seperti ini, kecuali dalam film Barat.
Alur cerita film ini terlihat menarik bagi anak-anak, masih terlihat cukup kompleks, ditandai dengan beberapa klimaks yang menjadikan Ata sebagai sosok antagonis. Aku kira Ata akan menjadi karakter antagonis dari awal sampai akhir, namun plot twist-nya Pak kades-lah dalang dari masalah utama. Perubahan karakter ini membuktikan bahwa situasi, keadaan, bahkan lingkungan dapat memengaruhi karakter seseorang.
Setelah menonton film animasi ini, ada tiga pelajaran yang dapat kita ambil, yaitu:
- Jangan meratapi kekurangan yang kita miliki. Kita harus bisa menerima kekurangan dan menggali kelebihan yang kita miliki tanpa menyerah.
- Kita harus belajar mendengarkan lebih baik lagi karena bukan hanya kita saja yang ingin didengar.
- Tepati janji yang telah kita buat.
Film ini dapat menyatukan sebuah kekuatan individu, melengkapi kelemahan, dan memaknai sebuah persahabatan. Semuanya akan terwujud jika kita saling mendukung satu sama lain dan tidak terpecah belah. Karena ini film animasi lokal pertama yang berkesan bagiku jadi aku merekomendasikan untuk menonton film animasi ini. Yuk dukung karya anak bangsa.